Surat terbuka untuk para pejuang KSB
Kawan, sahabat dan saudaraku (saya menganggap demikian, kawan2 ????)
Maaf mungkin saya mencoba belajar untuk mengungkapkan beberapa hal ini melalui tulisan, terkadang melalui lisan saya sering lupa (pikunan soalnya udah ubanan), CDASC secara program akan selesai, tetapi peran saya selaku pendamping baru akan dimulai.
Sebagaimana kawan-kawan ketahu saya di biayai untuk menjalankan program ini di Padang, begitu pula dengan Nur, Bang Rusdin dan Qudri. Apa yang kami lakukan berempat jauh tidak berarti secara nilai dibandingkan dengan kawan-kawan, mengapa demikian????, motif yang menjadi alasannya. Kami dapat dikatakan melakukan kegiatan di CDASC karena di bayar, menghidupkan KSB adalah menjaga bahkan dapat dikatakan menyelamatkan kami, tetapi kawan-kawan merawatnya benar-benar dari kesungguhan , lihatlah dari 36 orang yang ikut dalam pelatihan di masjid Muhammadiyah teluk bayur dan masjid Mujahidin lapai kini hanya tersisa 12 orang dapat dikatakan sepertiganya saja yang menjalankan komitmen terhadap KSB diluar dari kesibukan dan tanggung jawabnya masing-masing.
Memang ada beberapa kawan-kawan yang tidak aktif dengan beberapa motif, ada yang memang benar-benar sibuk hingga ada motif lain, selain itu juga ada beberapa orang lain yang terjadii karena kesalahan saya kurang sabar menghadapinya.
CDASC mengajak kawan-kawan langsung kepada akarnya, bukan pada batang bahkan langsung mengambil buah yang telah matang, tetapi kawan-kawan pada saat ini telah pada tahap menjadi batang, KSB yang nanti akan berjalan dengan atau tanpa kami akan membentuk dedaunannya, sedangkan agar menjadi kampanye kesiapsiagaan yang massif di kampung atau kelurahan lain sehingga para pemuda kelurahan yang kawan–kawan lakukan kampanye kesadaran dan kesiapsiagaan bencana mampu memberdayakan secara mandiri, itulah buah yang telah kawan-kawan usahakan, sungguh indah jika kita mampu hingga menghasilkan buah yang berguna untuk masyarakat kota Padanng bahkan Sumatera Barat pada umumnya.
Tetapi………………, apakah akar yang telah menjadi batang itu telah kuat ??????, kawan-kawan telah mencari akar-akar baru di komunitas masing-masing tetapi apakah akar yang kawan-kawan temukan dapat dirawat menjadi batang yang kuat seperti kawan-kawan ?????.
Dilapangan …………………………
Kawan-kawan berasal dari komunitas tetapi sudahkah banyak yang kawan-kawan lakukan untuk komunitas-kawan???, sekedar contoh komunitas Panawuan Lebak (Garut) sahabat-sahabat kita di sana banyak melakukan kegiatan secara mandiri bukan hanya beberapa kegiatan yang seperti kita rencanakan workshop pertama, improvisasi yang kreatif yang mungkin harus kita bangun sekarang ini agar dapat menjadi dedaunan yang indah tadi.
Jangan sampai tercabut dari akar………..
Seneng sih kalo kawan2 sering datang ke basecamp (Ujung Pandan) tetapi bukan itu yang utama, yang utama basecamp masing masing dikomunitas,.
Gaung
Terimakasih dan beribu pujian memang tidak akan cukup untuk kawan-kawan di Gaung, berawal dari kegiatan pembuatan profil komunitas hingga pelatihan sablon, tetapi selain kesalahan saya dan nur kawan-kawan belum merawat akar yang telah kawan-kawan temukan misalnya : ii, sudirman, fadhil, reza, toni, budi, ata dan yang lainnya, kalau ini dirawat dengan baik tidak akan komunitas di Gaung ketergantungan dengan kalian berempat (Te2h, Onang, Tek Neneng, Yohan). Optimalkanlah fungsi kedai, bukan hanya untuk berdagang saja, jadikanlah kedai sebagai pusat informasi dan kordinasi KSB. Selanjutnya mengenai tekhnologi, komputer yang telah dipinjamkan saya melihat tidak maksimal sebagai tempat belajar kawan-kawan untuk mampu mengoperasionalkannya dengan baik, juga teteh yang telah di amanahkan dengan membubuhkan tanda tangan tanggung jawab tidak menjaga dengan baik sampai rusak, truss komputer di pinjam MDA sampai ga ada yang tau, sekarang printernya ada dimana hayoooo???.
Teluk Nibung
Lebih dari setahun bang Mebri menjadi akar di teluk nibung, bang rawatlah juga akar-akar yang telah abang temukan misalnya : Ajo, Mai, kakak abang, putra dn lainnya, seringlah juga koordinasi dengan pak Syafri hasan, Uni Yen serta “Ayah”, mereka secara emosional telah mendukung abang tinggal mencari kawan-kawan lagi untuk bergerak bersama …
Sawah Liat
Johan Suprapto Eka Putra hanya itu nama yang tersisa dari komunitas Sawah Liat, Abdi, Ana, Era, Meri dan Surya dan Oni menjadi team awalnya, memang awalnya ada kesalahpahaman antara nur dengan abdi yang mengakibatkan abdi dan era tidak sanggup lagi berjuang di komunitas, ditambah lagi Ana juga telah pindah, saya akui Ana adalah ruh penyemangat di sawah liat yang kini telah berjuang hidup di daerah Pegunungan (he.he), satu lagi cobaannya adalah hengkangnya kak Dewi dari panti yang semakin memperlemah perjuangan kita. Tetapi “Jo” rawatlah juga akar yang telah kita libatkan selama ini, seperti kawan-kawan yang telah mengikuti pelatihan jurnalistik, remaja di masjid Al-Mukaramah, anak-anak Panti Asuhan Aisyiyah. tapi secara general memang kesalahan saya lagi (hu.hu.hu.).
IRMAL
Pelajar dan mahasiswa adalah mayoritas awal akar ini ditemukan oleh kami, berawal dari rizki, nurlen, mimi, tessa, zulris, jef, billy, fera. Empat nama didepan sudah jarang lagi kita temukan atau jarang kita temui?? ditemukannya akar IRMAL diantara semak –semak remaja masjid yang ada di simpang tinju, adalah salah seorang Bunda panti asuhan Aisyiyah (BU Anis) yang mengajak saya satu setengah tahun silam memilih IRMAL salah satu komunitas sebagai pijakan program ini.
Ada pengajian wirid remaja yang dapat dimanfaatkan untuk mengkampanyekan kesiapsiagaan bencana ini jadi massif, kawan-kawan adalah komunitas yang paling rapi dalam hal konsep dan pengerjaanya hanya tinggal kedispinan waktu saja yang harus lebih diperbaiki.akar-akar baru telah ditemukan, kawan-kawan harus merawatnya hingga seperti bahkan melebihi kalian.
Memang saya dan Qudri sangat jarang berkumpul dengan kalian di masjid mujahidin, mudah-mudahan beberapa bulan ini kami dapat memperbaiki kinerja kami.
IRM
Anes adalah satu-satunya rekomendasi dari seorang Dedi warman kepada saya untuk jadi peserta pelatihan CDASC, kata-kata awal setelah pelatihan adalah bagaimana IRM dapat pula diberdayakan dalam kesiapsiagaan bencana juga, tetapi saya kurang melihat hasil yang maksimal dari anes melakukannya, walaupun ada Ika, dan Robby yang telah sedikit terlibat dikegiatan ini
Dahulu dapat kami pahami bahwa PD IRM belum terbentuk kini telah lama terbentuk apalagi Dani adalah orang yang sangat akomodatif, anes juga dapat bergerak bersama ika, robby, yulia, ari dan yang lainnya agar IRM juga berperan serta dalan isu kebencanaan ini .
IRM sepatutnya terdepan dalam isu kebencananaan dibandingkan dengan AMM yang lain karena banayaknya sekolah Muhammadiyah yang dapat kalian garap dan berefek hidupnya kembali ranting-ranting (Kami sangat Beharap titisan KH dan Nyai Dahlan ada di PD IRM Padang).
So…………………….
Kawan-kawan insya Allah tanggal 1-4 Mei akan diadakan Jambore Relawan Siaga Bencana dengan persertanya adalah para relawan Klub Siaga Bencana (KSB) Padang, Komunitas Anak siaga Bencana (KASB) Rejang Lebong, Forum Anak Siaga Bencana (FASB) Garut, Club Siaga Bantul. Acara yang akan dilaksanakan di Kabupaten Bogor ini akan menjadi pelatihan mengenai pemberdayaan, komunitas, dan kebencanaan dengan jaringan yang telah kita bangun selama ini.
Hasilnya Padang akan mengirimkan beberapa orang yang akan mengikuti perhelatan tersebut beberapa orang dengan persyaratan beberapa hal :
Teteh, Onang, Tek Neneng, Yohan (Gaung)
- Melakukan pelatihan dokumentasi (minimal 3 orang)
- Pembentukan susunan pengurus KSB Gaung. (Melibatkan orang yang pernah terlibat didalam kegiatan yang kawan-kawan adakan).
Bang Mebri (Teluk Nibung)
- Melakukan pelatihan sablon (Minimal 5 Orang)
Johan “Popo” (Sawah Liat)
- Melakukan pelatihan sablon (Minimal 5 orang)
Jef, Zulris, Billy dan Fera (IRMAL)
- Melakukan pelatihan dokumentasi (Minimal 3 orang)
- Pembentukan susunan pengurus KSB IRMAL
Semua telah dilaksanakan dan telah selesai tanggal 29 April 2008
Anes (PD.IRM Padang)
- Melakukan pelatihan sablon
- Membantu menginisiasi (membentuk) MDMC padang bersama PDM Padang.
Semua telah dilaksanakan dan telah selesai akhir mei 2008
Semua ini terserah dari mana sudut pandang dan berdiri kawan-kawan melihat KSB dan saya, tetapi mungkin ini yang dapat saya lakukan sebelum semakin jarang saya bertemu kawan-kawan (Hieks.hieks.hieks).
Surat terbuka ini saya tulis semata-mata agar pemberdayaan itu benar-benar terjadi.
Salam takjub untuk para pejuang siaga bencana di Padang.
NB : Hari Ahad tanggal dua puluh tujuh bulan lima tahun dua ribu delapan kita berkumpul semua di basecamp KSB padang jam sembilan pagi untuk briefing mengenai pemberangkatan kita ke Bogor.
“Disini tempat cari senang
Salah tempat kalau kau cari uang
Disini orang-orang penuh kreatifitas
Tempat orang-orang yang survive
Disini bukan anak-anak malas tempatnya para pekerja keras
Disini bukan anak-anak- manja sedikit kerja banyak mintanya”
By : Slank
Dari orang yang banyak belajar dari kalian
Dwi Boy Martriosya
2 tanggapan so far ↓
ata // April 18, 2008 pada 11:24 am
sangat menyentuh Boy! sangat “dari dalam hati”!
gw ikut seneng Boy pernah jadi bagian dari KSB, edun pisan,!
tapi approve dong comment gw ini! gelo siah!! heuheuheuheu………….
akan aku aminkan semua doa demi kebaikan KSB.
gw jga ngarep semoga KSB bisa terus survive sampe kiamat!!!!
zieshock // Mei 9, 2008 pada 10:28 am
salut!!!!!!!
berdiri tegak tanpa harus menoleh kebelakang!!!
semua tidak perlu ada paksaan yang membuat semua orang merasa dikekang, hidup ada jalurnya yang senantiasa mengikuti irama, namun semua perlu improvisasi yang terkadang bisa menguras tenaga dan pikiran…. bukan hanya sekedar mengakar…merambat adalah sesuatu yang sangat bisa menggapai semua, tak perlu hasil yang harus di utamakan, proses dalam menggapai hasil yang seharusnya kita banggakan. 1000 orang bukan menjadi acuan untuk bisa merambat……..